KEMARAHAN, KEBENCIAN, SAKIT HATI, DAN JUGA DENDAM


Apa artinya kemarahan, kebencian, sakit hati, dan juga dendam? Terkadang di dalam hati kita tersimpan kemarahan lalu menjadi sebuah kebencian terhadap seseorang dikarenakan sakit hati lalu kemudian berkembang menjadi dendam. Jika kita merasa marah dan benci, apakah kita harus menunjukkannya secara frontal? Terkadang untuk membuat hati kita lega, jawabannya adalah IYA. Tetapi di dalam kehidupan kita yang kata orang adalah bermasyarakat, kita harus menjaga perasaan orang. Bukan hanya satu tetapi banyak perasaan orang yang harus kita jaga. Tetapi, sekali lagi tetapi, ada banyak orang yang merasa ia berkuasa atas orang lain sehingga ia menganggap tidak perlu menjaga perasaan orang yang (merasa) ia kuasai. Dengan semena-mena ia bisa langsung marah-marah, berkata yang tidak mengenakan bahkan di depan umum. Dan ia terus saja melakukan hal itu sepanjang ia menguasai orang yang posisinya lemah itu tanpa tahu apa yang selama ini dirasakan oleh orang yang lemah tadi. Orang yang lemah tadi mungkin hanya diam, seolah menerima segala sesuatunya dengan ikhlas dan pasrah. Tapi di dalam hati ia menyimpan bara yang tergulung di dalam bola salju. Dan bola salju itu terus menggulung dan semakin besar. Dan tahukah kita bernama apakah bola salju itu? DENDAM!!

Aku mungkin sering merasa marah, lalu benci, jadi sakit hati, kemudian dendam. Bertahun-tahun pula aku pernah menyimpan dendam di dalam hati. Kusimpan rapi dan aku berencana akan kukeluarkan di saat yang tepat (menurutku). Tapi semakin berlalunya waktu, usiaku pun semakin bertambah dan membuat sebuah pendewasaan diri.

Dulu aku sering merasa benci pada orang dan langsung kutunjukkan padanya bahwa AKU BENCI DIA. Jika aku suka pada orang kukatakan bahwa aku suka dan jika aku benci akan kukatakan bahwa aku benci. Aku tidak suka bermuka dua, bilang benci tetapi berlaku baik di hadapannya. Menurutku itu sebuah kemunafikan. Tetapi aku kemudian tersadar, bahwa kebencian dan dendam justru akan menghancurkan diriku sendiri. Di dalam masa ku menunggu untuk membalaskan dendamku, aku melihat. Melihat apa? Melihat banyak peristiwa yang secara tidak langsung sudah membalaskan dendamku atas orang lain. Aku belum berbuat apa-apa, tetapi satu-persatu orang yang pernah menyakitiku menerima ‘hukuman’nya. Lalu aku tahu bahwa ada Yang Di Atas yang Maha melihat, yang akan membalaskan semuanya untuk kita. Kita tidak perlu mengotori hati dan tangan kita untuk berbuat hal-hal yang tidak baik.

Dalam serial The Great Queen Seondeok (Korea banget), Mi Shil pun berkata, kita harus merangkul musuh-musuh kita agar kita menjadi kuat. Wooow! Kata-kata yang hebat yang sangat sulit untuk dilakukan kan.. buatku dulu itu sulit. Buatku yang seorang temperamental, semuanya terasa sulit. Tetapi aku mulai belajar! Belajar taktik hidup dan bertahan! (kayak lagi perang).

Kini aku hanya tersenyum bahkan bisa tertawa melihat orang-orang yang dulu menyakitiku tengah bergelut dalam masalah yang sebenarnya pernah kualami dulu. Tertawa? Rasanya kok kejam sekali tertawa di atas penderitaan orang lain. Hidup ini berat dan kejam. Hanya yang kuat yang mampu bertahan tetapi yang memiliki kasih yang tulus juga akan bertahan. Dan aku sedang bermetamorfosa dari hati yang selalu dipenuhi oleh kemarahan dan dendam menjadi hati yang dipenuhi oleh kasih sayang. Aku tak akan berbuat apapun yang akan menyakiti orang-orang yang pernah menyakitiku. Tetapi aku pun hanya mampu melihat mereka dan tersenyum..mengikhlaskan segala yang pernah terjadi dan kualami sebagai masa lalu saja. Hanya untuk ikhlas saja, aku membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk memahaminya.

Kini kemarahanku hanya kusimpan dalam hati saja. Hanya aku dan Tuhan saja yang tahu, dan Tuhan akan selalu menjaga rahasia hatiku.

 

Foto : Iudonline

Diposting oleh : Dindaru

1 Komentar

  1. good article
    keep blogging
    txs being my follower in my blog

    purwati
    http://purwatiwidiastuti.wordpress.com
    http://purwati-ningyogya.blogspot.com
    http://purwatining.multiply.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: