Aku melihatmu!


Pagi ini sekitar pk. 05.30 aku melihatmu. Dua bintang ajaibku yang telah menghilang 11 tahun yang lalu. Di saat mentari merayap menyinari bumi, dua bintangku masih terlihat jelas di langit pagi. Pertanda apakah ini? Apakah itu berarti pertemuan kita semakin dekat? Oh, itu membuatku DAG DIG DUG! Antara senang dan sedih. Aku pasti senang sekali bisa bertemu lagi denganmu. Melihatmu dengan mataku sendiri. Merasakan kehadiranmu secara nyata di hadapanku. Tapi… Ada kekhawatiran dan kesedihan menggelayut di hatiku. Aku mengkhawatirkan bagaimana rupaku ketika berhadapan denganmu nanti. Walau selama ini aku telah berusaha menguatkan hatiku untuk pertemuan kita nanti, tetapi aku yakin tak kan kuat. Bagaimana nanti aku bisa menyembunyikan perasaanku yang berkecamuk, ketika wajahmu ada di depan hidungku? Bagaimana bisa aku berkata-kata bahkan sepatah katapun aku tak kan sanggup. Maaf, itulah alasan mengapa aku selalu menolak untuk bertemu denganmu. Tapi kini aku tak mungkin melawan takdir! Pagi ini aku melihat dengan mata kepalaku sendiri dua bintang ajaibku bersanding di ufuk timur. Dua bintang yang selama ini hilang entah kemana.

Bukan aku tak mengakui realita kini telah berbeda dari 11 tahun yang lalu, tetapi hati tak mungkin bisa berdusta. Mulutku mungkin saja bisa berkata aku “baik-baik saja, bukan masalah, itu telah berlalu.” Tetapi kamu pasti bisa melihat hatiku yang sesungguhnya. Dan hal itu yang selalu membuatku takut untuk kembali bertemu denganmu. Betapapun kuat keinginanku untuk bertemu denganmu, tetapi ketakutanku juga besar untuk bertemu denganmu lagi.

Kamu terlalu dalam meninggalkan jejak di hatiku. Kamu sungguh terlalu!! Semakin kuat usahaku tuk melupakanmu, semakin kuat kenanganmu menancap di dasar hatiku. Ohh, hidupku harus terus berjalan walau tanpamu, dan aku bertahan hingga kini. Tapi aku tak yakin bisa bertahan ketika kamu hadir di hadapanku. Maka terkadang aku berharap kamu tetap di sana, di tempat yang jauh itu. Hiduplah dengan baik di sana, temukanlah seseorang yang baik pula untuk menjagamu tetap di sana. Jarak antara kita sudah terlalu jauh, aku sudah jauh berlari meninggalkanmu yang hingga kini masih berjalan di tempat.

Biarkanlah kenangan kita saja yang abadi menghiasi indah dan berlikunya kisah kita dulu. Biarkanlah semua itu tetap menjadi manis di sepanjang hidup kita.

Aku hanya ingin tahu, apakah besok aku akan melihat lagi dua bintang ajaib itu?

 

 

 

Foto: Sefano Gadis amnesia

Diposting oleh; Dindaru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: